Tuesday, April 28, 2020


HEMATOLOGI III
(Melakukan Pemeriksaan Tes Darah Rutin (Tes Saring)
Menggunakan Alat Automatik)



                                                Nama              : Valantine Waas
                                                NIM                : 18 3145 353 112
                                                Kelas               : 2018/C
                                   


PROGRAM STUDI D-IV TEKNOLOGI LBORTORIUM MEDIS
FAKULTAS FARMASI, TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS MEGA RESKY
MAKASSAR
2020





BAB I
PENDAHUUAN
A.    LATAR BELAKANG
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel – sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat – zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit, (Pricilia,2012).
Komposisi darah dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu: Korpuskula : 45%, Plasma darah : 55%. Korpuskula Di dalam korpuskula terdapat : Eritrosit (Sel darah merah) Kandungannya sebesar 90%. Eritrosit mengandung hemoglobin yang berfungsi mengedarkan oksigen. Trombosit (Keping – keping darah) Kandungannya : 0,6% - 1,0% Fungsi  Membantu proses pembekuan darah. Leukosit (Sel darah putih) Kandungannya kira – kira 0,25% Fungsi Menjaga sistem kekebalan tubuh, Membunuh bakteri atau virus yang mencoba masuk ke dalam tubuh, (Pricilia,2012).
Pemeriksaan darah atau pemeriksaan hematologi secara umum dapat dibedakan menjadi dua yaitu pemeriksaan hematologi rutin dan hematologi lengkap. Pemeriksaan hematologi rutin terdiri dari hemoglobin/Hb, hematokrit (HCT), hitung jumlah sel darah merah/eritrosit, hitung jumlah sel darah putih/leukosit, hitung jumlah trombosit dan indeks eritrosit. Pemeriksaan hematologi lengkap (complete blood count) terdiri dari pemeriksaan darah rutin ditambah hitung jenis leukosit dan pemeriksaan morfologi sel/ sediaan apus darah tepi (SADT)/Gambaran darah tepi (GDT)/morfologi darah tepi (MDT) yaitu ukuran, kandungan hemoglobin, anisositosis, poikilositosis, polikromasi, (Wahdaniah dan Sri, 2018).
Pada metode otomatis, pengukuran hi-tung jumlah eritrosit (red blood cell/RBC) menggunakan prinsip impedansi. Sel dihitung dan diukur berdasarkan pada pengukuran pe-rubahan hambatan listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel, dalam hal ini adalah sel darah yang disuspensikan dalam pengencer konduktif saat melewati celah dimensi. Sel-sel darah yang melewati celah dengan elektroda di kedua sisinya mengalami perubahan im-pedansi yang menghasilkan getaran listrik yang terukur sesuai dengan volume atau uku-ran sel. Amplitude setiap getaran sebanding dengan volume setiap partikel. Setiap getaran diperkuat dan dibandingkan dengan saluran tegangan acuan internal, yang hanya meneri-ma getaran dari amplitude tertentu. Jika geta-ran range RBC, maka dihitung sebagai RBC. Prinsip pengukuran jumlah sel ini tergantung pada ukuran sel, luas permukaan, dan adan-ya granula-granula di dalam sel.  metode otomatis menggunakan Mindray BC-3200 Auto Hematology Analyzer, (Neni, 2017).
Oleh karena yang melatar belakangi pemeriksaan kali ini yaitu agar kita mengetahui cara pemerksaan darah rutin menggunakn metode otomatis dengat alat Hematology Analyzer.
B.     TUJUAN  PRAKTIKUM
Agar kita dapat mengetahui cara pemeriksaan darah rutin mrnggunakan alat Hematologi Analyzer




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pemeriksaan darah atau pemeriksaan hematologi secara umum dapat dibedakan menjadi dua yaitu pemeriksaan hematologi rutin dan hematologi lengkap. Pemeriksaan hematologi rutin terdiri dari hemoglobin/Hb, hematokrit (HCT), hitung jumlah sel darah merah/eritrosit, hitung jumlah sel darah putih/leukosit, hitung jumlah trombosit dan indeks eritrosit. Pemeriksaan hematologi lengkap (complete blood count) terdiri dari pemeriksaan darah rutin ditambah hitung jenis leukosit dan pemeriksaan morfologi sel/ sediaan apus darah tepi (SADT)/Gambaran darah tepi (GDT)/morfologi darah tepi (MDT) yaitu ukuran, kandungan hemoglobin, anisositosis, poikilositosis, polikromasi, (Wahdaniah dan Sri, 2018).
Trombosit merupakan elemen terkecil dalam pembuluh darah . Masa hidup dari trombosit sekitar 7,5 hari. Dua pertiga dari seluru trombosit beradadi sirkulasi Dan 1/3 dari seluruh trombosit berada di limpa. Salah satu kriteria sederhana yang di ajukan oleh WHO sebagai diagnosis klinis infeksi dangue adalah trombusitopeni. Selama 3 hari pertama, jumlah trombosit biasanya masih normal, namun trombositopenia mulai tampak beberapa hari setelah demam dan mencapai titik terendah fase syok, (Bella,2018).
Hematokrit merupakan presentasi sel darah merah terhadap volume darah totoal. Nilai hematokrit biasanya mulai meningkat pada hari ke tiga dari perjalanan penyakit infeksi dengue . Peningkatan nilai hematokrit merupakan manifestasi hemokonsentrasi yang terjadadi akibat kebocoran plasma ke ruang ekstravaskuler di sertai ifusi cairan serosa melalui kapiler yang rusak, (Bella,2018).
Hematokrit mengukur volume presentasi dari darah lengkap yang terdiri atas sel darah merah . karena hematokrit mengukur presentasi sel-sel dalam hubungany dengan plsma, maka hematokrit akan di pengaruhi oleh perubahan pada volume plasma. Jadi hemtokrit akan meningkat pada dehidrasi dan menurun pada kelebihan hidrasi,(Mima dan Pamela, 2001).
Hemoglobin adalah komponen darah yang berfungsi sebagai alat tranportasi oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Hemoglobin tersusun dari globin dan hema yang mengndung atom besi dan porphyrin (suatu pigmen merah). Pigmen besi hemoglonim akan bergabung dengan oksigen. Satu grm hemoglonbin mengikat 1,34 mil oksigen, (Bella,2018).
Fungsi utama leukosit adalah melawan infeksi, melindungi tubuh dengan memfagosit  organisme asing dan memproduksi atau mengankut atau mendistribusikan antibodi. Ada dua tipe utama sel drah putih yaitu granulodsit yang terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basophil dan agranulosit yang terdiri dari limfosit dan monosit, (Bella,2018).
Laju Endap Darah merupakan ukuran kecepatan endapan erytrosit yang menggambarkan komposisi plasma serta perbandingan erytrosit dan plasma. LED di pengaruhi oleh berat sel darah dan luas permukaan sel sera gravitasi bumi. LED merupakn uji yang sensivitas tapi tidak spesifik, (Bella,2018).
Laju Endap Darah di pengaruhi oleh berat sel darah dan luas permukaan sel darah dan luas permukaan sel serta gravitasi bumi makin berat sel darah makin cepat laju endapanya dan makin luas permukaan sel makin lambat pengendapanya. Laju enap darah dapat di pakai sebagai sarana pemantauan keberhasilan terapi, perjalan penyakit terutama kronis, (Arlita,2019).
 Sel darah merah atau eritrosit merupa-kan sel darah dengan jumlah yang paling banyak dalam tubuh manusia. Fungsi utama eritrosit adalah mengangkut oksigen dan mengantarkannya ke sel-sel tubuh. Hitung jumlah eritrosit merupakan salah satu param-eter Hematologi yang ditentukan guna mem-bantu menegakkan diagnosis, menunjang diagnosis, membuat diagnosis banding, me-mantau perjalanan penyakit, menilai beratnya sakit dan menentukan prognosis, (Neni, 2017).
Indeks eritrosit adalah batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin eritrosit. Istilah lain untuk indeks eritrosit adalah indeks korpusculer. Indeks  eritrosit terdiri atas volume atau ukuran eritrosit. Nilai eritrosit rerata dipakai untuk mengetahui volume eritrosit rerata yang di ketahui dari nilai VER dan banyaknya hemoglobin dalam satu eritrosit rerata dapat dilihat dari nilai HER serta untuk mengetahui konsentrasi hemoglobin rerata dalam satu eritrosit dilihat pada nilai KHER, (Wahdaniah dan Sri, 2018).
Nilai eritrosit rerata dipakai untuk penggolongan anemia berdasarkan morfologi. Dikenal 3 macam penggolongan anemia yaitu : anemia mikrositik hipokrom, normositik normokrom dan makrositik, (Wahdaniah dan Sri, 2018).
Darah mudah membeku jika berada di uar tubuh. Apabila didiamkan, bekuan akan mengerut dan serum terperas keluar. Cepat membekunya darah ini dapat diatasi dengan penambahan suatu zat yang disebut dengan antikoagulan. Antikoagulan merupakan bahan yang digunakan untuk menghindarkan terjadinya pembekuan darah. Pembekuan dihambat melalui beberapa proses seperti kelasi, pengikatan kalsium atau menghambat pembentukan trombin.Setelah darah masuk ke dalam tabung, darah  harus dicampur segera untuk mencegah pembentukan mikroklot. antikoagulan yang banyak di pakai adalah garam EDTA, sitrat dan heparin, (Wahdaniah dan Sri, 2018).
EDTA sering digunakan karena antikoagulan ini tidak berpengaruh terhadap besar dan bentuknya eritrosit dan leukosit, serta mencegah trombosit menggumpal. EDTA yang biasanya digunakan terdiri dalam bentuk larutan atau cair dan kering atau serbuk. Jika menggunakan EDTA yang kering, wadah berisi darah harus digoncang sedikit lebih lama yaitu 1 – 2 menit karena EDTA kering lambat melarut. Lambat melarutnya EDTA ini juga dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan, terutama pemeriksaan darah rutin.Oleh karena itu penggunaan EDTA dalam bentuk larutan lebih disarankan daripada penggunaan EDTA kering atau serbuk, (Wahdaniah dan Sri, 2018).
Dewasa ini telah tersedia tabung vakum yang sudah berisi antikoagulan EDTA dalam bentuk K2EDTA dan K3EDTA. K3EDTA biasanya berupa garam yang mempunyai stabilitas yang lebih baik dari garam EDTA yang lain karena menunjukkan pH yang mendekati pH darah yaitu sekitar 6,4. Tabung vakum ini merupakan tabung yang direkomendasikan oleh National Committee for Clinical Laboratory Standards (NCCLS) untuk pemeriksaan hematologi karena mempunyai ketepatan kadar antikoagulan dibandingkan dengan  EDTA konvensional dalam bentuk Na2EDTA. Dari segi ekonomi, EDTA vacutainer memerlukan biaya yang lebih mahal, maka tidak jarang instalasi laboratorium lebih banyak menggunakan Na2EDTA cair atau serbuk sebagai antikoagulan pada pemeriksaan hematologi khususnya pemeriksaan darah rutin walaupun pemakaian EDTA serbuk atau cair ini sedikit lebih rumit karena volume EDTA harus disesuaikan dengan volume darah, (Wahdaniah dan Sri, 2018).
Menurut Neni, 2017 pemeriksaan hitung jumlah eritrosit ada dua yaitu dengan mengunakan yang manual dan metode otomatis
1.      Pemeriksaan hitung jumlah eritrosit secara manual dengan alat Hemositometer merupakan metode yang paling umum digunakan karena lebih murah Metode ini biasanya digunakan pada rumah sakit dan laboratorium klinik berskala kecil dengan beban kerja yang tidak terlalu besar Pada metode ini, eritro-sit dihitung dengan bantuan mikroskop. Na-mun hitung jumlah eritrosit dengan metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan rumit. Selain itu akurasi hasil pemeriksaan dipengaruhi oleh faktor subyektif seperti pen-galaman dan keahlian dari teknisi laboratori-um, dan faktor kelelahan dari teknisi terutama jika sampel pemeriksaan dalam jumlah yang sangat besar. Metode otomatis digunakan se-bagai solusi masalah tersebut karena lebih efektif dan efisien . Pemeriksaan hitung jumlah eritrosit manual dilakukan menggunakan alat Hemosi-tometer
2.      Pada metode otomatis, pengukuran hi-tung jumlah eritrosit (red blood cell/RBC) menggunakan prinsip impedansi. Sel dihitung dan diukur berdasarkan pada pengukuran pe-rubahan hambatan listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel, dalam hal ini adalah sel darah yang disuspensikan dalam pengencer konduktif saat melewati celah dimensi. Sel-sel darah yang melewati celah dengan elektroda di kedua sisinya mengalami perubahan im-pedansi yang menghasilkan getaran listrik yang terukur sesuai dengan volume atau uku-ran sel. Amplitude setiap getaran sebanding dengan volume setiap partikel. Setiap getaran diperkuat dan dibandingkan dengan saluran tegangan acuan internal, yang hanya meneri-ma getaran dari amplitude tertentu. Jika geta-ran range RBC, maka dihitung sebagai RBC. Prinsip pengukuran jumlah sel ini tergantung pada ukuran sel, luas permukaan, dan adan-ya granula-granula di dalam sel.  metode otomatis menggunakan Mindray BC-3200 Auto Hematology Analyzer.l, (Neni, 2017).
Metode otomatis menggunakan Hema-tology Analyzer dapat digunakan untuk pemeriksaan rutin hitung jumah eritrosit dengan tujuan agar memperoleh hasil yang cepat dan akurat. Namun metode ini dapat memberikan hasil palsu pada keadaan sel yang abnormal. Hasil yang abnormal pada hitung jumlah eritrosit dapat disebabkan oleh adanya cryoglobulins, lipid, aglutinin dan adanya peningkatan jumlah sel leukosit. Kesalahan perbandingan antara antikoagulan dengan volume darah dapat menyebabkan perubahan ukuran eritro-sit. Konsentrasi EDTA yang tinggi menyebab-kan eritrosit menyusut karena hipertonisitas plasma . Sehingga metode man-ual digunakan sebagai tes konfirmasi jika perhitungan jumlah eritrosit pada alat otoma-tis memberikan hasil yang meragukan , (Neni, 2017).




BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    PRINSIP
Pemeriksaan trombosit, hematokrit, leukosit dan hemoglobin dilakukan dengan cara langsung menggunakan hematology analyzer (alat otomatis). Cara ini dianjurkan karena hasilnya yang akurat, cepat dan tepat.Hematology analyzer bekerja dengan prinsipflow cytometer.Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut sehingga sel dapat lewat satu per satu, lalu dilakukan penghitungan jumlah sel dan ukurannya.
B.     PRA ANALITIK
1.      Persiapan pasien : Tidak memerlukan persiapan khusus
2.      Persiapan sampel :
a.       Sampel darah EDTA sebaiknya tes dilakukan selambatnya 2 jam
b.      Sampel dapat disimpan 24 jam di dalam kulkas dengan suhu 4 C
c.       Anamnesis perlu diperhatikan riwayat perdarahan, obat yang diminum dan transfuse drah
3.      Alat dan Bahan
a.       Alat
a)      Tabung reaksi
b)      Alat Automatik Hematology analyzer
b.      Bahan
a)      Sampel darah EDTA
b)      Reagen
1)      Reagen Diluent digunakan pada proses perhitungan sel darah dan hitung jenis sel
2)      Reagen Biolyse digunakan untuk melisiskan sel-sel darah dan menentukan konsentrasi Hb
3)      Reagen cleaner digunakan sebagai bahan pembersih
C.     ANALITIK
Pemeriksaan darah rutin (trombosit, hematokrit, hemoglobin dan leukosit):
1.      Menghubungkan kabel powerke stabillisator;
2.      Menghidupkan alat hematology analyzer dengan menekan saklar on/of;
3.      Secara otomatis alat akan melakukan self checkdan background check;
4.      Memastikan alat dalam posisi ready dan memeriksa sampel darah kembali untuk memastikan darah sudah homogen dengan antikoagulan;
5.      Menekan tombol whole blood“WB” pada layar;
6.      Menekan tombol ID untuk memasukkan no sampel, lalu menekan tombol enter;
7.      Menekan bagian atas dari tempat sampel yang berwarna ungu untuk membuka dan sampel diletakkan dalam adaptor;
8.      Menutup tempat sampel lalu menekan tombol “RUN”;
9.      Secara otomatis hasil pemeriksaan muncul pada layar;
10.  Mencatat hasil pemeriksan.
D.    PASCA ANALITIK
      Nilai rujukan pemeriksaan darah rutin yang terdiri dari eritrosit, milai hematokrit, kadar hemoglobin, jumlah leukosit dan laju endap darah (LED) dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 1.Nilai Rujukan Pemeriksaan Darah Rutin

New born
1 bulan
3-6 bulan
2-12 tahun
Pria
Wanita
1
Trombosit
(×10 3/mm3)
150-450
150-450
150-450
150-450
15-450
150-450
2
Hematokrit
(%)
53-65
38-53
33-42
35-4
42-52
37-47
3
Hemoglobin
(g/dl)
17-23
12,8-18,4
1,5-13,5
12-15
14-18
12-16
4
Leukosit
(×10 3/mm3 )
4-10
5-13
6-18
3-12
4.8-1.8
4.8-10,8
5
Erytroisit (×103/mm3 )
4-5
3-5,4
3,7-5,3
4,5-5.5
4,7-6,1
4,2-5,4


BAB IV
PEMBAHASAN
Pada praktikum  kali ini pemeriksaan yang di lakukan adalah pemeriksaan darah rutin. Pemeriksan darah rutin adalah tes darah yang di lakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam tubuh. Jumlah sel darah dapat menggambarkan kondisi kesehatan sehingga dapat mempermudah dokter dalam menentukan diagnosis dan pengobatan.
Pada ppemeriksaan kali ini yang termasuk pemeriksaan darah rutin adalah Hemoglobin (Hb), Hematokrit (Ht), Leukosit ; hitung leukosit dan hitung jenis (differential count), hitung trombosit , Laju Endap Darah (LED),Hitung erytrosite.
Tujuan di lakukanya pemeriksaan darah rutin adalah  mengetahui kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan, sekaligus mendeteksi lebih awal  penyakit yang mungkin terjadi, pemeriksaan ini juga bisa di lakukan untuk memantau kondisi kesehatan kita. Jika kita sdang dalam pengobatan atau menderita penyakit yang bisa mempengaruhijumblah sel darah , misalnya pada penyakit DBD.
Adpun prinsip dari pemeriksan darah rutin adalah Pemeriksaan trombosit, hematokrit, leukosit dan hemoglobin dilakukan dengan cara langsung menggunakan hematology analyzer (alat otomatis). Cara ini dianjurkan karena hasilnya yang akurat, cepat dan tepat.Hematology analyzer bekerja dengan prinsipflow cytometer.Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut sehingga sel dapat lewat satu per satu, lalu dilakukan penghitungan jumlah sel dan ukurannya.
Hemoglobin yang  sering di singkat Hb merupakan salah satu dari sekian banayak tolak ukur apakah kita terkena anemiaatau tidak. Hemoglobin adalah suatu protein yang berada di dalam darah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen. Jadi, oksigen yang telah di hirup dan masuk ke paru-paru  dan nantinya akan di angkut lagi oleh hemoglobin  di dalam darah untuk distribusikan ke otak, jantung , ginjal , otot, tulang dan seluuh organ tubuh. Orang –orang yang tidak pernah atau jarang mengkonsumsi vitamin dan mineral, ibu hamil, orang yang mengalami pendarahan akibat terluka, terkena infeksi kronis penyakit kronis seperti TBC,tumor, gangguan hati, dan gangguan kesehatan lainnya. Bisa sja terjadi penurunan kadar Hb. Raut wajah akan terliha pucat da layu, serta tubuh enjadi lemas, tidak bertenaga dan mudah lelah. Adapun nilai normalnya adalah
Hematokrit atau biasa di singakat (Ht)merupakan perbandingan antar proposi volume sampel darah kita dengan sel darah merah yang di ukur dalam satuan milimeter per desiliter dari darah keseluruhan, bisa juga dinyatakan dalam persen . jadi pengukuran ini bisa di hubungkan dengan tingkat kekentalan darah . semakin tingi presentasenya berrti semakain tinggi kekentalannya , atau sebaliknya. Bersama kadar hemoglobin, kadar hematokrit biasanya di kaitkan edengan anemia yang diderita.
Leukosit di senbut juga sel darah putih walaupun sebenarnya tidak berwarna atau bening. Di dala, sel darah putih terkandung unsur-unnsur daah seperti basofil, esinofi; neutrifil, limfosit, dan monosit. Keadaan di manaleukosit meninggi di sebut leukositosis, biasa muncul pada darah setelah menjalani latihan olahraga yang berat terkena infeksi kronis (tifus caingan,TBC), atau setelah terkena luka bakar yang luas. Pada saat leukimia kadar leukositt sangat tinggi bisa mncapai 10 kali lipat di bandingkan kadar normalnya jika kadar leukosit terlalu tinggi, leukosit tersebut justru akan merrusak leukosit lainnya,dn ini juga akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Kadar leukosit akan turun seiring dengan sembuhnya satu sumber penyakit. Jika memang yang bermasalah adalah leukosit itu sendiri misaknya leukemia, dokter akan memberukan pengobatan khusus untuk menurunkan kadar leukosit.
Segala macam infeksi menyebabkan leukosit naik baik infeksi bakteri, virus, parasit, dan sebagainya. kondisi lain yang dapat menyebabkan leukositosis yaitu: anemia hemolitik,sirosos hati dengan nekrosis , stres emosional dan fisik termasuk troma dan habis berolahraga, keracunan berbagai macam  zat, obat ; allopurinol,barbiturat,eritromisin, streptomisindan sulfomanit. Leukosit rendah juga di sebut leukopeniadapat di sebabkan oleh agranulosit, anemia aplastik, AIDS, infeksi atau spesies hebat, infeksi firu mis: dangue, keracunana kimiawidan poskemotrapi.
Hitung jenis keukosit , darah terdiri atas komponen komponen seperti erytrosit , trombosit, homoglobin, dan leukosit. Leukosit sendiri terdiri dari basofil, eusinofil, neutrofil terdiri atas neutrofil batang dan neutrofil segmen, monosit dan limfosit. Biasanya, presentasi tertinggi ada pada neutrofil segmen dan limfosit, sementar presentase terendah ada pada eusinofil, basofil, dan monosit. Kadangkala presentasi eusinofil lebih tinggi , misalnya pada keadaan  infeksi kronis seperti acing, keracunan dan pendarahan
Trombosit sering di kaikan dengan penyakit demam berdarah. Pada pendrita DBD. Pada penderita DBD terjadi penurunan kadar trombosit dalam darah  secara signifikan . Trombosit yang menurun menyebabkan terjadinya pendarahan pada kulit karena trombosit berfungsi sebagai salah satu pembeku darah. Demam berdarah dengue (DBD) adalah suatu penyakit menular yang disebbakan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti yang ditandai dengan demam berdarah mendadadk dua sampai tujuah hari tanpa penyebab yang jelas. Disertai dengan tanda-tanda perdarahan di kulit berupa bintik-bintik perdarahan (petechia), ruam (purpura). Kadang-kadang mimisan, berak darh. Muntah darah, kesadaran menurun.Tidak semua trombosit yang  rendah lantas di kaitkan dengan DBD  Rendahnya trombosit juga bisa merupakan kelainan bwaaan. Hal ini terjadi karena produksi trombosit seseorang memang snagt rendah dan trombosit yang rendah menimbulkan ganguan pada sistem pembekuan darah . penuruna trombosit di sebut trobositopenia dan penigkatan trombosit  di sebut trombositosis
Laju Endap Darah pemeriksaan ini di tunjukan untuk melihat kecepatan darah darah dalam membentuk endapan. Laju Endapa Darah di lakuakn untuk menilai berapa kecepatan erytrosit atau sel darah merah bisa mengendap dalam tabung pengukuran yang di ukur selama 1 jam. Laju endap darh bisa menurun akibat kelainan kelainan sel darah merah seperti polisitemia yaitu salah satu penyakit di mana sel darah merah sangat banyak sehingga darah menjadi sangat kental . jika dilakuakan pemeriksaan laju endapa darah maka kecepatan timbulnya pengendapan menjadi sangat lambat karena volume sel darah merah  hampir sama dngan keseluruhan . Pemeriksaan laju endap darah ini sangat berguna untuk mendeteksi adanya satuan peradangan dan bahkan perjalanan atau aktifitas satu peneykit.
Pada pemeriksaan kali ini menggunakan Metode otomatis menggunakan Hema-tology Analyzer dapat digunakan untuk pemeriksaan rutin hitung jumah eritrosit dengan tujuan agar memperoleh hasil yang cepat dan akurat. Hema-tology Analyzer adalah alat yang di gunakan untuk memeriksa darah rutin dengan cara menghitung dan mengukur sel darah secra otomatis berdasrkan impedansi aliran listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang di lewatkan .
Namun kekurangan dari  metode ini adalah dapat memberikan hasil palsu pada keadaan sel yang abnormal. Hasil yang abnormal pada hitung jumlah eritrosit dapat disebabkan oleh adanya cryoglobulins, lipid, aglutinin dan adanya peningkatan jumlah sel leukosit.
Dalam setiap  pemeriksaan banyak yang harus di perhatikan selain dari kondisi analis itu sendri, juga perlu di perhatian proses pemeriksaannya seperti pra-anlitik,analitik dan pasca analitik
-       Pranalitik :mis: alat yang di gunakn sudah benar-benar bersih agar tidak  terkonaminasi, perlu di lakuakan pengkalibrasian alat Hema-tology Analyzer agar hasilnya tetap terjamin Mutunya
-       Analitik : prosedur yang di gunakan  Harus sesuai SOP yang sudah di sahkan mis; perbandingan antara antikoagulan dengan volume darah dapat menyebabkan perubahan ukuran eritro-sit. Konsentrasi EDTA yang tinggi menyebab-kan eritrosit menyusut karena hipertonisitas plasma
-       Pasca analitik : pencatatan hasil harus teliti.










BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Pada praktikum kali ini adapun kesimpualn dari pemeriksaan kali ini yaitu Pemeriksan darah rutin adalah tes darah yang di lakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam tubuh. Jumlah sel darah dapat menggambarkan kondisi kesehatan sehingga dapat mempermudah dokter dalam menentukan diagnosis dan pengobatan. Pemeriksaan darah rutin ini  untuk mengetahui kesehatan pasien secara keseluruhan , secara umum pada penyakit Leukimia, Anemia, ganguan pembekuan darah. Adapun yang termasuk pemeriksaan darah rutin adalah Hemoglobin (Hb), Hematokrit (Ht), Leukosit ; hitung leukosit dan hitung jenis (differential count), hitung trombosit , Laju Endap Darah (LED),Hitung erytrosite. Praktikum dengan pemeriksaan darah rutin ini menggunakan metode otomatis dengan alat Hema-tology Analyzer. Hema-tology Analyzer adalah alat yang di gunakan untuk memeriksa darah rutin dengan cara menghitung dan mengukur sel darah secra otomatis berdasrkan impedansi aliran listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang di lewatkan . kelebihanya yaitu hasil yang cepat dan akurat.
B.     SARAN
Sebaiknya dalam melakukan praktikm harus menggunakan APD lengkap, dan di harapkan prktilum kedepanya dapat menggunakan metode yang lain lagi sehinga dapat menambah pengetahuan bersama








DAFTAR PUSTAKA
Anzani,Bella. P . 2018. “Hubungan Hasil Pemeriksaan Darah Rutin Terhadap Manifestasi Perdarahan Pada Anak Dengan Diagnosis Infeksi Dengue Di Rs Dr.A. Dadi Tjkrodipo” Lampung: EGC

Dekayana, Arlita. 2018 “Hitung Laju Endap Darah”.Ponogoro: Inspirasi indonesia.

Horne,Mima. M dan Swearingen,Pamela. L . 2001.”Keseimbanagan cairan, Elektrolit dan Asam Basah”Jakarta: EGC.

Mallo, Pricilia. Y dkk. 2012.” Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Hemoglobindan Oksigen Dalam  Darah Dengan SensorOximeter Secara Non-Invasive

Neni Oktiyani, Fahriyan, Ahmad Muhlisin. 2017. “Akurasi Hitung Jumlah Eritrosit Metode Manual Dan Metode Otomatis” Vol.3 No. 2. Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.

Wahdaniah, Sri Tumpuk.  2018. “Perbedaan Penggunaan Antikoagulan K2edta Dan K3edta Terhadap Hasil Pemeriksaan Indeks EritrositVol. 2 No. 2. Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Pontianak.



No comments:

Post a Comment